26
Feb
08

PANDUAN RANCANG KOTA


Panduan Rancang Kota yang di negeri Paman Sam disebut Urban Design Guidlines dan di negeri Pangeran Charles disebut Development Control Plan adalah ketentuan atau peraturan yang bersifat supplement. Karena sifatnya supplement maka Panduan Rancang Kota tidak diterapkan pada semua bagian wilayah kota.

Berbeda dengan zoning regulation yang bersifat generik dan diberlakukan pada setiap jengkal lahan perkotaan, panduan ini hanya disusun untuk bagian-bagian wilayah kota yang termasuk dalam kategori overlay zone, yaitu suatu kawasan yang memiliki 2 atau lebih kepentingan yang berbeda. Panduan ini  merupakan penjabaran lebih lanjut dari rencana rinci kawasan yang telah disiapkan sebelumnya.

Pengertian Rancang Kota.

Secara umum Rancang kota atau Urban Design dapat diartikan sebagai suatu perencanaan yang merupakan bagian dari rangkaian perencanaan kota yang akan menyangkut segi tampilan fisik yang menata bentuk, tatanan dan estetika lingkungan kota secara satu kesatuan terpadu antara lingkungan fisik, kehidupan dan manusianya.

Rancang kota akan merupakan wawasan yang akan menjadi jembatan fungsional antara para arsitek dan perencana kota. Jadi rancang kota juga akan merupakan wawasan yang akan menjadi jembatan antara produk perencanaan kota yang berwawasan urban spatial development planning dengan produk arsitektur, kerekayasaan dan landsekap yang menekankan kepada perancangan fisik atau physical planning sebagai wujudan nyata dari urban spatial development planning.

Pengertian Panduan Rancang Kota.

scan0008Panduan Rancang Kota adalah uraian teknis secara terinci tentang ketentuan-ketentuan, persyaratan-persyaratan, standar dimensi, standar kualitas yang memberikan arahan bagi terselenggaranya serta terbangunnya suatu kawasan fisik kota tertentu baik bangunan-bangunannya, sarana dan prasarana, utilitas maupun lingkungan, sehingga sesuai dengan rencana kota yang digariskan. Panduan Rancang Kota tidak dimaksudkan untuk membuat suatu ketentuan, arahan ataupun persyaratan yang bersifat kaku (inflexible), tidak pula bermaksud untuk mengendalikan aspek arsitektur suatu bangunan, kawasan atau kota, yang dapat membatasi kreatifitas perencana, perancang, maupun pengelola. Panduan Rancang Kota dimaksudkan untuk mengidentifikasi tujuan serta standar-standar perancangan yang dianggap penting untuk suatu kawasan tertentu.

Panduan rancang kota akan merupakan pengarahan yang dapat menjadi pegangan bagi perencana kota, pengembang dan pemerintah untuk :

Pertama ; dapat menempatkan kegiatan bangunan serta bangun bangunan sesuai dengan fungsinya yang serasi seimbang, dan selaras dalam tatanan kota.scan0010

Kedua ; dapat menjadi perangkat kendali bagi kawasan fungsional, bangunan serta bangun bangunan yang akan dibangun.

Ketiga : akan menjadi pengarah di dalam peningkatan effisiensi pemanfaatan dan penggunaan lahan kota

Keempat : dapat berperan di dalam menyhelenggarakan pembangunan fisik kota yang seimbang dan lestari.

Ruang Lingkup Panduan Rancang Kota

  1. Ruang lingkup panduan Rancang Kota juga menyangkut suatu tinjauan atas Wilayah Tertentu Kota yaitu suatu bagian wilayah kota, kawasan atau lingkungan yang ditetapkan sebagai bagian wilayah, kawasan dan/atau lingkungan yang mempunyai nilai strategis yang diprioritaskan atau memerlukan kekhususan didalam penataannya (overlay zone)

Wilayah tertentu kota ini meliputi :

a.Kawasan Khusus

Yang dimaksud dengan kawasan khusus yaitu suatu lingkungan kota yang memiliki suatu aktifitas fungsional perkotaan tertentu dengan karakteristik dan tampilan yang khusus. Pada lingkungan khusus ini yang perlu dijaga kelestariannya, dipertahankan dan dikembangkan adalah karakteristik serta aktifitas fungsionalnya.

Kawasan khusus ini disamping kawasan yang telah ada dan karakteristik-nya dikenal, dapat juga dibuat atau dikembangkan daerah baru menjadi satu kawasan yang mempunyai karakteristik tertentu, misalnya Kawasan Ancol sebagai tempat rekreasi atau dibuat kawasan baru misalnya Kawasan Kota Baru Bandar Kemayoran sebagai suatu kota dalam kota dengan menempatkan seluruh aktivitas seni pada satu kawasan tertentu.

b.Kawasan Tepi Air (Waterfront)

Kawasan Tepi Air (Waterfront Area) yaitu suatu wilayah dengan suatu atau beberapa aktifitas perkotaan tertentu yang terletak berbatasan langsung dengan wilayah perairan seperti tepi sungai, tepi danau atau tepi laut.

Pola Rancang Kota selan disesuaikan dengan aktifitas fungsionalnya juga dengan karakteristik wilayah dengan lingkungan air serta tetap menjaga keseimbangan ekosistem tepi air.

c.Kawasan Pusat Bisnis

Kawasan pusat bisnis adalah kawasan dimana seluruh kegiatan bisnis terpusat. Kawasan ini sering terbagi dalam pusat perkantoran, pusat kelembagaan keuangan (financial center) pusat perdagangan dan pusat perkantoran.

Pusat kegiatan bisnis merupakan wilayah kota dengan karakteristik bangunan yang mempunyai intensitas tinggi yaitu kepadatan (KLB) dan ketinggian bangunan tertinggi di kota.

d.Kawasan Preservasi

Kawasan Preservasi adalah suatu atau beberapa kawasan di dalam kota yang harus dilestarikan, dilindungi, dipelihara (konservasi) dan dipugar (renovasi atau restorasi) yang sesuai dengan bentuk aslinya tetapi tetap disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan fungsionalnya karena merupakan kawasan atau mengandung bangunan dan/atau bangun-bangunan yang mempunyai nilai sejarah, nilai seni dan budaya serta nilai arsitektur. Nilai-nilai ini juga merupakan ciri khas karakteristik kota tersebut.

Pelestarian, perlindungan dan pemeliharaan ini meliputi memelihara lingkungan dan unsur-unsur fisik tersebut secara utuh sebagaimana aslinya; merenovasi secara keseluruhan untuk mengembalikan kepada bentuk dan tampilan semula; merenovasi bagian-bagian tertentu biasanya bagian kulit luar dengan ketebalan tertentu yaitu yang secara langsung biasanya bagian dalamnya dapat diubah dan disesuaikan dengan perkembangan.

Dalam kaitan Panduan Rancang Kota, penyusun mengidentifikasi kasus, sasaran, dan arah terhadap bangunan maupun kawasan. Dalam hal ini perlu ada pengarahan visual, baik yang berupa koridor pandangan, maupun yang berbentuk tata bahasa, irama, ukuran, dan bahan bangunan. Preservasi dan konservasi biasanya ditujukan untuk menjaga agar suasana/karakteristik lingkungan tetap terjaga, tidak berubah drastis. Agar kawasan tersebut tetap mengikuti perkembangan kota, perubahan yang terjadi lebih ditujukan pada perubahan peruntukan, sedangkan lingkungan fisiknya tidak berubah. Perangkat kebijakan seperti TDR (Transfer of Development Rights) dapat pula diberlakukan untuk melindungi bangunan yang dipugar.

e.Peremajaan Kota

Kawasan peremajaan kota adalah suatu kawasan di dalam kota yang karena keadaannya berdasarkan usianya, kondisi fisiknya dan fungsi sosial ekonomisnya sudah tidak memadai. Untuk meningkatkan efisiensi dan keefektifannya maka perlu ditata kembali dan meningkatkan intensitasnya sehingga dapat ditingkatkan vitalitasnya untuk dapat berfungsi lebih baik, dapat diperbaiki kondisi dan kualitas lingkungannya. Peremajaan kota dapat berupa pembangunan kembali (redevelopment) dari suatu bagian kawasan berskala besar di dalam kota secara menyeluruh yang dapat berupa : preservasi dan konservasi, rehabilitasi, rekonstruksi, renovasi, restorasi atau kombinasi dari jenis peremajaan tersebut.

Dalam skala yang besar suatu peremajaan kota dapat juga berupa pembangunan suatu kawasan kota setara kota yang disebut sebagai Kota Baru Dalam Kota (New Town in Town).

Fungsi perkotaan di suatu kawasan dalam peremajaan kota :

(1) Tetap sebagaimana sebelum diremajakan

(2) Tetap dengan pengembangan dan tambahan fungsi baru

(3) Sama sekali berubah menjadi fungsi baru

(4) Sebagian tetap, sebagian dikembangkan dengan fungsi baru dan sebagian berubah sama sekali.

Isi Panduan Rancang Kota

scan00111. Panduan Rancang Kota Umum yang menyangkut kaitan wawasan kawasan perencanaan dengan Rencana Kota. Pada bagian ini dikemukakan keterangan mengenai hubungan fungsi kegiatan yang direncanakan sebagaimana yang ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RUTR) dan Rencana Tata Ruang Kawasan yang bersangkutan dengan kawasan perencanaan. Pada dasarnya bagian ini mengandung diskripsi tentang latar belakang pembangunan kegiatan fungsional tersebut serta kesesuaiannya dengan kebijaksanaan pembangunan kota di dalam RTRWK serta peruntukannya dalam rencana kawasan.

2. Diskripsi khusus tentang kawasan fungsional yang direncanakan yang menyangkut :

a. Konsepsi dan rencana tapak

b. Konsepsi yang berkaitan dengan penyesuaian lingkungan  alami dan iklim mikro (penyinaran matahari, suhu, angin, hujan)

c. Konsepsi Tata Bangunan dan Bangun-bangunan termasuk aspek-aspek arsitektural dan kerekayasaan.

d. Konsepsi sirkulasi dan kemudahan pergerakan internal (dalam kawasan) dan eksternal (dengan luar kawasan dan dengan bagian wilayah dan kawasan fungsional lainnya)

e. Konsepsi ruang-ruang terbuka, ruang pemeliharaan dan ruang pengamanan.

f. Konsepsi kelengkapan lingkungan seperti lampu umum, rambu-rambu, dan tanda-tanda, tempat duduk umum, telepon booth, pemberhentian angkutan umum).

3. Panduan Rancang Kota pada Kawasan Perencanaan yang memberikan ketentuan tentang :

a. Pembagian umum fungsi-fungsi di dalam kawasan perencanaan.

b. Uraian ketentuan tentang setiap unsur pembentuk kawasan fungsional yang direncanakan yang menyangkut :

(1) Hubungan fungsional dan perwujudan antara ruang dan massa bangunan dan bangun-bangunan kota, antar massa bangunan, antara massa bangunan dan jaringan pergerakan serta antara massa bangunan dan kawasan sekitar.

(2) Penataan keserasian antara pola kehidupan masyarakat dengan lingkungan fisik serta kegiatan usahanya.

(3) Fungsi dan tampilan unsur-unsur penunjang kawasan fungsional seperti kelengkapan jalan, rambu-rambu dan petunjuk, papan reklame dan nama di kawasan pusat kota, berbagai unsur tipikal kota, perletakan unsur-unsur dan struktur bernilai sejarah dan seni, monumen dan tengeran, ornamen dan pewarnaan kota (city colouring).

(4) Penataan keserasian fungsi dengan unsur-unsur jaringan pergerakan yaitu antara kepentingn pergerakan pejalan kaki, kendaraan bermotor dan kendaraan tidak bermotor.

(5) Penataan keserasian jaringan utilitas kota, jalur-jalur pemeliharaan dan pengamanan.

(6) Penataan keserasian penghijauan kota sebagai pengindah kota, sebagai unsur preservasi atau unsur konservasi lingkungan.

(7) Penciptaan unsur-unsur baik alami atau binaan yang akan menjadi identitas kota.

Kepustakaan :

1. Draft Rancangan Peraturan Zonasi DKI Jakarta

2. Sidney Development Control Plan.

 

Iklan

14 Responses to “PANDUAN RANCANG KOTA”


  1. 1 2ny
    27/02/2008 pukul 05:55

    Wah, istilah2 “kawasan khusus” dan “kawasan tertentu” yang muncul dalam tulisan ini kelihatannya ga ada hubungannya dengan UU yang ada ya?
    Wass – 2ny

  2. 23/10/2008 pukul 03:54

    pak imazu artikel zoning regulation bisa ditambahkan panduannya juga tidak

  3. 3 imazu
    04/02/2009 pukul 03:18

    Insya Allah saya sedang menyiapkan buku tentang Zoning Regulation. Semua tulisan sudah rampung, tinggal koreksi sana sini dan doakan semoga bisa terbit dalam waktu dekat.

  4. 08/10/2009 pukul 19:51

    Pak Imazu yg saya hormati…..Saya mau tanya faktor2 apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam studi kelayakan sebuah kolam renang? (dalam konteks perancangan kota)..Makasih semoga bapak berkenan membeantu saya…

  5. 5 imazu
    12/10/2009 pukul 10:55

    Kolam renang dapat digolongkan ke dalam 2 klasifikasi ; pertama kolam renang pribadi, kedua kolam renang publik. Tentu yang anda maksudkan di sini adalah kolam renang publik. Kolam renang publik terdiri lagi dari 2 kategori, yaitu outdoor dan indoor.
    Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam membangun kolam renang publik, antara lain;
    1. Pengguna kolam renang terbesar adalah anak sekolah, baru kemudian atlit renang dan masyarakay umum yang memiliki hobby renang. Oleh karena itu diperlukan data tentang jumlah/kepadatan penduduk di sekitarnya, data jumlah anak sekolah, data jumlah atlit renang dan data jumlah penduduk yang hobby berenang. Semua ini diperlukan untuk memperkirakan proyeksi pengunjung setiap bulannya.
    2. Kadang-kadang diperlukan juga data tentang iklim, terutama untuk daerah-daerah yang iklimnya sangat ekstrim seperti curah hujan yang tinggi, angin yang kencang, temperatur yang tinggi dan lain sebagainya, untuk menentukan pilihan membangun outdoor atau indoor.
    3. Dari segi perencanaan kota, maka lokasi yang dipilih sebaiknya dekat dengan zona perumahan, daerah konsentrasi sekolah atau universitas, dan pusat rekreasi.

  6. 13/10/2009 pukul 21:10

    Terima kasih pak imazu atas pencerahannya, info yg sangat membantu saya…

  7. 7 ryzky
    25/11/2009 pukul 13:34

    undang-undang tentang peremajaan kota di indonesia ap aj ya?

  8. 25/11/2009 pukul 20:23

    apa-apa saja ya undang-undang di indonesia ttg renewal planning?
    sblm nya trima kasih yah pak..mohon di balas..

  9. 9 imazu
    26/11/2009 pukul 10:34

    Rasa-rasanya sih belum ada. Yang ada baru Undang-undang tentang perlindungan bangunan bersejarah. Konservasi dan peramajaan memang dua hal yang berbeda. Yang satu tujuannya mempertahankan, yang lain tujuan memusnahkan. Peraturan tentang peremajaan memang sangat diperlukan. Di sini peremajaan berarti penggusuran. Di negeri lain, termasuk tetangga kita Singapura maupun Malaysia, peremajaan berarti memberikan lingkungan hidup yang lebih layak kepada para penghuni lama, bukan digusur atau diterlantarkan.

  10. 10 Gilang Ramadhan
    22/09/2011 pukul 10:27

    Pa Imazu, saya mau tanya, kalau proses/prosedur pembuatan UDGL/Panduan Rancangan Kota bagaimana langkahnya?

    terima kasih

  11. 11 Fajar Apriliyan
    05/12/2011 pukul 23:52

    pak imazu….saya mau tanya.apakah rancang kota mikro merupakan hasil dari rancang makro spatial yang bersumber pada wilayah kota yang lebih makro?

  12. 12 imazu
    16/12/2011 pukul 16:06

    Rancang kota mikro hanya pada kawasan yang ditetapkan sebagai overlay zone di mama ada lebih dari 1 kepentingan. Tetapi ketentuan tentang zonasi tetap berlaku dan merupakan acuan dalam penyusunan rancang kota mikronya, antara lain ketentuan tentang penggunaan lahan, KLB, KDB, Ketinggian BAngunan, R.O.W, GSB dlsbnya.

  13. 21/02/2013 pukul 17:23

    pak imazu, belum ada ya pedoman tentang rencana penataan ruang kawasan tepi air (waterfront city)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


Anda pengunjung ke -

  • 76.790

Almanak

Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Iklan

%d blogger menyukai ini: