Arsip untuk Juli, 2011

31
Jul
11

MOGIPARK – Solusi terpadu untuk mengurangi kepadatan lalulintas di jalan raya.


disusun oleh : Ismail Zubir

Ada banyak program pengendalian lalulintas kendaraan pribadi, 2 diantaranya adalah park and ride dan mobil gilir ( mogi ). Kedua program tersebut tidak saling terkait dan berdiri sendiri-sendiri. Program yang pertama merupakan  inisiatip pemerintah kota dan program yang kedua merupakan inisiatip masyarakat pengguna jalan. Namun kedua program tersebut belum dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pengurangan volume lalulintas di jalan raya.

Park and ride adalah istilah yang digunakan untuk  sebuah tempat pergantian moda dari kendaraan pribadi ke angkutan umum, di mana tersedia lahan parkir  yang cukup luas. Fasilitas ini umumnya terletak di pinggiran kota, pada shelter atau stasiun ujung dari sebuah atau beberapa buah trayek, baik bus maupun kereta api dan  dibangun  oleh perusahaan angkutan ataupun pemerintah kota yang berkepentingan. Fasilitas ini dianggap kurang berhasil dalam menekan kepadatan lalulintas, karena lokasi yang tersedia sedikit. Untuk keberhasilannya diperlukan banyak lokasi, tetapi menyedot investasi yang besar sementara kemampuan finansial kedua organisasi tersebut terbatas.  Pengadaan fasilitas semacam ini juga dianggap pemborosan dan tidak mempunyai nilai ekonomi, karena biasanya disediakan tanpa pungutan biaya parkir atau dipungut dengan tarif yang rendah. Maksudnya agar menarik pemilik kendaraan mau bertukar moda, juga karena pemilik kendaraan masih harus membayar ongkos perjalanan naik bus pergi pulang

Mobil gilir ( mogi )  adalah kendaraan pribadi yang digunakan secara bergilir diantara sesama mitra ( selanjutnya disebut mogier ) yang tinggal berdekatan untuk perjalanan kerja, dalam satu kelompok mogier ( selanjutnya disebut klogier ). Klogier ini biasanya terdiri dari 5 pemilik kendaraan pribadi sehingga setiap orang mendapat giliran membawa kendaraan hanya sekali dalam seminggu, bila Sabtu libur. Konsep ini juga kurang berhasil karena sangat sulit menemukan mogier yang  memiliki tempat tinggal berdekatan dan mempunyai tujuan perjalanan yang sama.

Mogi park and ride ( selanjutnya disebut mogipark ) mencoba menggabungkan kedua program di atas menjadi satu kegiatan yang terpadu, menguntungkan dari segi bisnis dan berdampak positip bagi pengurangan volume kendaraan pribadi di jalan raya. Konsep ini memang belum pernah dilaksanakan di manapun, tetapi mengapa tidak kita coba ?. Mogipark  dibangun bukan lagi sebagai tempat pergantian moda pribadi – umum, tetapi seratus persen pribadi-pribadi ( non public transport park and ride ). Para mogier yang tergabung dalam klogier, tidak harus tinggal berdekatan tetapi yang penting memiliki tujuan perjalanan yang sama.  Mogipark dapat membantu para mogier membentuk klogier. Para mogier juga tidak harus menggunakan mobil menuju mogipark , tetapi boleh menggunakan motor ataupun sepeda yang mereka miliki, kemudian naik mogi klogiernya ke tempat kerja. Pada waktu gilirannya tentu saja para mogier ini harus membawa moginya sendiri ke mogipark karena harus memberi tumpangan pada mogier lain dalam klogiernya. Klogier dengan kombinasi mogi ganjil genap dapat mendukung program ganjil genap, seandainya program ini diberlakukan di Jakarta.

Lokasi mogipark bisa dibangun di mana saja, karena tidak terikat  pada pelayanan angkutan umum. Lokasi yang terbaik adalah dekat dengan jalan tol, karena para pengguna jalan tol yang paling diuntungkan dengan keberadaan mogipark. Mereka dapat memperoleh penghematan ekonomi yang tinggi, melalui penghematan biaya tol, bensin dan parkir di tempat kerja. Diperkirakan penghematan rata-rata sehari antara Rp. 25.000 sd Rp. 50.000 .

Fasilitas yang harus disediakan , tentu saja selain lahan parkir mobil, motor dan sepeda, juga fasilitas lainnya. Sebaiknya lahan parkir mobil disediakan terbatas, lebih banyak  untuk motor dan sepeda. Menggunakan konsep yang lama, lahan seluas 1 ha hanya bisa menampung maksimum 400 mobil, tetapi bila dikombinasikan dengan parkir motor dan sepeda, maka dapat menampung lebih dari 1000 kendaraan. Dengan demikian daya tampung mogipark menjadi lebih besar. Fasilitas lain meliputi, coffe shop, minimarket, laundry dan cuci kendaraan, selain mushola, kamar mandi dan toilet.

Pembangunan mogipark dapat dilakukan oleh pemerintah kota maupun swasta. Sebaiknya pemerintah kota yang merintis, bila berhasil tentu akan menarik minat swasta. Pada mogipark dapat dikenakan biaya parkir yang tinggi. Maksudnya agar pihak swasta mau ikut dalam usaha ini dan investasi yang ditanam bisa kembali.

Para mogier  sebaiknya terdaftar sebagai anggota dan wajib membayar uang pangkal dan iuran bulanan, misalkan untuk mobil RP. 300.000, motor Rp 150.000 dan sepeda RP. 75.000. Dibanding dengan penghematan yang akan diperoleh, maka biaya tersebut murah. Mogipark dengan luas lebih kurang 1 ha dan menampung lebih kurang 1000 kendaraan ( mobil, motor dan sepeda ), setiap bulannya dapat memperoleh omzet puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Hari libur, mogipark dapat dimanfaatkan sebagai pasar mokas ( mobil bekas ), hanya dikenakan biaya parkir.

 

 




Anda pengunjung ke -

  • 62,466

Almanak

Juli 2011
S S R K J S M
« Jun   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031