Posts Tagged ‘urban transport

07
Mei
09

PERATURAN GAGAP ( GANJIL GENAP )


Program memajukan jam sekolah telah gagal dan anak sekolah telah dikorbankan.  Menurut keterangan Dit. Lalulintas Polda Metro Jaya program tersebut  terbukti hanya memindahkan waktu kemacetan, tidak menyelesaikan masalah. Sebetulnya program semacam ini sudah pernah dicoba di zamannya Gubernur Ali Sadikin dulu tetapi gagal  dan tidak dilanjutkan. Anehnya kok diulangi. Hanya keledai yang perperosok ke dalam lubang yang sama. Padahal sebelum program ini dilaksanakan sudah dikritik habis-habisan oleh masyarakat tetapi Pemprov DKI Jakarta tetap budeg. Masyarakat dianggap goblok dan dungu.

Sekarang ini Dinas Perhubungan DKI akan bereksprimen lagi dengan memberlakukan peraturan ganjil genap ( gagap ) terhadap kendaraan pribadi baik mobil maupun motor (Kompas 3 Mei 2009). Peraturan ini dampaknya jauh lebih dahsyat tidak hanya mengorbankan anak sekolah untuk yang kedua kalinya tetapi juga masyarakat secara keseluruhan. Inilah beberapa hal yang akan terjadi :

Pertama; terjadi ledakan penumpang angkutan umum yang sangat tinggi. Jumlah   kendaraan pribadi di Jakarta mencapai lebih dari 2 juta. Berarti separuh kendaraan pribadi tidak boleh digunakan setiap harinya. Akibatnya minimal ada 1 juta penumpang angkutan umum baru yang membutuhkan lk 10.000 bis baru. Banyak anak sekolah yang biasa diantar akan terlantar karena kendaraan  umum kurang;

Kedua ; pengeluaran  keluarga bertambah untuk biaya gonta-ganti moda angkutan. Minimal Rp 25.000 sehari untuk pengguna kendaraan umum, Rp 50.000 sehari untuk pengguna taksi.

Ketiga : menghambat pertumbuhan ekonomi kota. Waktu peraturan three in one sore hari ditetapkan mulai pukul 4 sore, para pedagang Glodok protes keras karena omzetnya menurun drastis. Akhirnya digeser ke pukul 4.30. Beda setengah jam saja omzet menurun drastis bagaimana kalau sehari untuk seluruh pedagang di seluruh Jakarta ? Bagaimana juga nasibnya tukang ojek? Sehari makan sehari tidak.

Keempat : pertumbuhan jumlah kendaraan meningkat drastis. Pemilik mobil yang mampu akan membeli mobil baru untuk melengkapi ganjil genap, yang setengah mampu membeli sepeda motor, yang tidak mampu menombok pengeluaran.

Meskipun masih dalam kajian apakah peraturan ini akan diberlakukan pada jam-jam tertentu, ruas jalan tertentu atau seluruh ruas jalan, dampaknya sama saja. Pemberlakuan pada jam tertentu, tentu yang dimaksudkan adalah peak hour, saat orang membutuhkan kendaraan untuk berangkat sekolah maupun bekerja. Maka ledakan penumpang umum tidak bisa dihindari karena pergantian moda. Pemberlakuan pada ruas jalan tertentu sama saja dengan memindahkan kemacetan. Pemberlakuan program “three in one” pada satu ruas jalan saja mulai dari Blok M ke Kota, telah menimbulkan kemacetan yang parah pada ruas-ruas jalan yang lain. Tidak dapat dibayangkan kemacetan yang akan terjadi bila program ganjil genap diberlakukan diseluruh jalan protokol di Jakarta.

Peratuan ganjil genap memerlukan 3 syarat mutlak untuk berhasil :

Pertama ; berlaku untuk seluruh ruas jalan karena program ini bersifat totalitas, kedua ; disiplin masyarakat tinggi untuk mematuhi peraturan ; ketiga : ini yang paling penting, harus didukung oleh pelayanan angkutan umum yang handal, termasuk dukungan sistim angkutan umum massal.

Apakah kota Jakarta sudah memiliki jaringan pelayanan angkutan umum yang betul-betul siap melayani seluruh penumpang ke segala arah,  aman, nyaman dan tepat waktu sesuai time schedule ???? Apakah kota Jakarta sudah memiliki sistim  angkutan umum  massal yang handal ????. Jakarta baru punya busway yang kapasitasnya sangat rendah. Paling-paling hanya 10.000 sampai dengan  15.000 penumpang/jam/arah. Untuk menopang peraturan ganjil genap setidak-tidaknya dibutuhkan sistim  angkutan umum massal yang dapat menampung 60.000 sd 100.000 penumpang/jam/arah.

Apakah warga kota Jakarta sudah memiliki disiplin lalu lintas yang tinggi????  Kalau belum diperlukan ribuan petugas yang harus ditempatkan di setiap pojok jalan utama hanya untuk memelototi plat nomor kendaraan yang lewat.

Peraturan ini juga sifatnya pemaksaan. Memaksa pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum sementara angkutan umum yang ada belum siap. Siapa yang diuntungkan. Pengusaha taksi dan industri kendaraan bermotor. Jangan-jangan ada udang dibalik batu.

BATASI PERTUMBUHAN KENDARAAN, BENAHI PELAYANAN ANGKUTAN UMUM. ITU YANG HARUS DILAKUKAN !!!!!

Pembangunan Jakarta tergantung dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). PAD terbesar Jakarta diperoleh dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).  Pajak tersebut adalah kompensasi penggunaan jalan untuk sepanjang tahun. Maka kalau hak memakai jalan ini dikebiri, apakah Pemprov DKI bersedia memberikan reduksi PKB 50 % kepada pemilik kendaraan sebagai kompensasi biaya ganti moda? Pasti tidak.

Nah, inilah yang harus kita lakukan. Semua pemilik kendaraan harus bersatu. Tidak perlu banyak bicara karena para pejabat itu tuli. Kita punya kekuatan. Kartu truf kita adalah PKB. Bila peraturan dipaksakan kita boikot bayar PKB. Kita adakan gerakan menentang peraturan ganjil genap (gagap) mulai sekarang sebelum kecolongan.

Caranya adalah gandakan sebaran ini 10 kali, berikan kepada teman, tetangga dan saudara yang memiliki kendaraan. Setelah itu tempelkan slogan GANJIL GENAP NO, IF GANJIL GENAP GO, PKB PAY NO dikaca belakang mobil anda. Kirim juga SMS dengan slogan yang sama minimal kepada 10 orang dan minta 10 orang tersebut mengirim kembali (forward) kepada 10 orang lainnya.

SBY bilang BERSAMA KITA BISA

Segeralah bergabung dengan GERAKAN MENENTANG PERATURAN GANJIL GENAP (GEMPUR GAGAP), Facebook – Indonesia.

30
Jan
08

JOINT CAR TO WORK


Disusun oleh : Ismail Zubir.

Untuk mengatasi masalah kemacetan lalulintas di dalam kota salah satu kebijakan yang ditempuh adalah dengan pembatasan lalu lintas ( traffic restraint ). Pembatasan lalulintas ditujukan untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi pada suatu kawasan tertentu atau hanya pada ruas jalan tertentu. Ada banyak program pembatasan lalulintas yang dapat dilaksanakan, antara lain : Lanjutkan membaca ‘JOINT CAR TO WORK’

31
Des
07

TERMINAL ANGKUTAN BARANG ; SEBUAH SARANA YANG DAPAT MENDUKUNG SISTIM LOGISTIK KOTA


disusun oleh :  Ismail Zubir

Angkutan barang dalam sistim transportasi kota kota besar di Indonesia selalu dianak tirikan dan bahkan cenderung dibatasi ruang geraknya . Sebagai contoh, kota Jakarta menerapkan kebijaksanaan pembatasan route dan waktu pergerakan armada angkutan barang dalam kota. Lanjutkan membaca ‘TERMINAL ANGKUTAN BARANG ; SEBUAH SARANA YANG DAPAT MENDUKUNG SISTIM LOGISTIK KOTA’




Anda pengunjung ke -

  • 62,466

Almanak

Juli 2017
S S R K J S M
« Jan    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31